Helm anti peluru telah menjadi bagian integral dari perlengkapan keselamatan beberapa lembaga kepolisian dan militer. Fungsinya tidak terbatas pada militer, organisasi atau bahkan individu mana pun yang membutuhkan perlindungan keamanan juga dapat dilengkapi dengan helm anti peluru sesuai kebutuhan. Misalnya, unit SWAT, polisi anti huru hara, dan bahkan petugas patroli dapat dilengkapi dengan helm anti peluru.
Helm anti peluru memiliki berbagai tingkat perlindungan, dan peringkat perlindungan NIJ didasarkan pada jenis peluru yang dapat ditahannya. Secara umum, peringkat III dan IV tahan terhadap peluru senapan biasa; peringkat NIJ I hingga III tahan terhadap semua jenis peluru pistol.
Dari sudut pandang struktural, helm anti peluru dapat dibagi menjadi tiga jenis: PASGT (M88), FAST, dan MICH, yang terutama diklasifikasikan berdasarkan tingginya.
Helm anti peluru adalah peralatan yang dapat menyerap dan menghilangkan energi hulu ledak, mencegah penetrasi, mengurangi trauma tumpul, dan secara efektif melindungi kepala manusia. Sebenarnya, selain fungsi anti peluru sampai batas tertentu, fungsi utamanya adalah untuk menahan benturan pecahan dan benda lain. Ini sangat penting bagi penegak hukum dan personel keamanan. Polisi dan dinas keamanan, khususnya, lebih mungkin menghadapi senjata penabrak, proyektil, dan bahaya benturan kepala lainnya. Oleh karena itu, bagi helm anti peluru, ketahanan balistik dan ketahanan benturannya sama pentingnya.
Waktu posting: 04 Juli 2022
